Festival Kue Bulan: Sejarah, Makna, dan Tradisinya

Santika Indonesia
Sel, 11 Agu 2026
5 minutes read
Share this article:
festival kue bulan
festival kue bulan

Festival Kue Bulan atau Mid-Autumn Festival merupakan salah satu perayaan tradisional paling penting dalam budaya Tionghoa. Identik dengan sajian mooncake bercita rasa khas dan hiasan lentera nan indah, festival ini ternyata memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar menikmati makanan khas.

Tertarik untuk mengenal lebih jauh terkait Festival Kue Bulan ini? Simak ulasan berikut!

Apa Itu Festival Kue Bulan?

Festival Kue Bulan adalah perayaan tradisional masyarakat Tionghoa yang diselenggarakan setiap hari ke-15 bulan kedelapan dalam penanggalan lunar Tiongkok. Penanggalan ini bertepatan dengan fase bulan purnama yang dipercaya sebagai bulan paling terang dan paling indah sepanjang tahun. Dalam kalender Masehi, tanggal perayaannya berubah setiap tahun, biasanya jatuh pada September atau awal Oktober.

Filosofi Festival Kue Bulan

Terdapat filosofi yang sarat makna di balik kelezatan mooncake sebagai ciri khas Festival Kue Bulan. Bentuk mooncake yang bulat melambangkan kesempurnaan, persatuan, dan harapan agar keluarga selalu utuh meski dipisahkan oleh jarak.

Sementara itu, bulan purnama yang juga menjadi ikon festival dipercaya membawa keberuntungan, kedamaian, dan keseimbangan dalam kehidupan. Oleh sebab itu, banyak keluarga memanfaatkan momen ini untuk saling mendoakan kesehatan, kebahagiaan, serta kesuksesan.

Intinya, Festival Kue Bulan mengajarkan pentingnya menjaga hubungan antaranggota keluarga. Di tengah kesibukan modern, festival ini menjadi pengingat bahwa waktu bersama orang-orang tercinta merupakan hal yang sangat berharga.

Baca Juga: Apa Itu Halloween? Simak Sejarah, Tradisi, dan Cara Merayakannya

Sejarah Festival Kue Bulan

Adapun sejarah Festival Kue Bulan telah berlangsung lebih dari 3.000 tahun dan diyakini bermula dari tradisi masyarakat Tiongkok kuno yang memberikan penghormatan kepada bulan saat musim panen tiba. Tradisi tersebut kemudian berkembang pada masa Dinasti Tang (618–907 M) dan semakin populer pada era Dinasti Song (960–1279 M), ketika perayaan bulan purnama mulai dilakukan secara besar-besaran oleh masyarakat.

Salah satu legenda yang paling terkenal berkaitan dengan Festival Kue Bulan adalah kisah Chang'e, dewi bulan dalam mitologi Tiongkok. Dikisahkan bahwa Chang'e meminum ramuan keabadian dan kemudian tinggal di bulan. Sejak saat itu, masyarakat memberikan penghormatan kepada bulan sebagai simbol cinta, pengorbanan, dan harapan.

Selain legenda Chang'e, terdapat pula cerita yang mengaitkan mooncake dengan perjuangan rakyat Tiongkok pada akhir Dinasti Yuan. Konon, pesan rahasia untuk melakukan pemberontakan disembunyikan di dalam mooncake dan dibagikan kepada masyarakat. Meski kisah ini lebih bersifat legenda daripada fakta sejarah yang dapat dipastikan, cerita tersebut semakin memperkaya nilai budaya Festival Kue Bulan.

Apa Saja Tradisi dalam Festival Kue Bulan?

Perayaan Festival Kue Bulan identik dengan berbagai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Di antaranya:

1. Makan Kue Bulan (Mooncake)

Tradisi yang paling dikenal tentunya menikmati mooncake bersama keluarga. Kue berbentuk bulat ini biasanya berisi pasta biji teratai, kacang merah, kacang hijau, kurma, hingga kuning telur asin yang melambangkan bulan purnama.

Saat ini, mooncake hadir dalam berbagai inovasi rasa seperti cokelat, matcha, kopi, durian, hingga es krim. Meski begitu, makna utamanya tetap sama, yaitu simbol kebersamaan dan harapan akan kehidupan yang harmonis.

2. Berkumpul Bersama Keluarga

Festival Kue Bulan sering disebut sebagai "Hari Raya Reuni Keluarga" karena menjadi waktu untuk berkumpul bersama orang tua, saudara, maupun kerabat. Momen makan malam bersama menjadi bagian yang paling dinantikan.

Selain menikmati hidangan khas, keluarga juga berbincang, mengenang berbagai pengalaman, dan saling mendoakan agar kehidupan di masa depan semakin baik.

3. Melepas dan Menyalakan Lentera

Lentera dianggap sebagai simbol harapan, keberuntungan, dan masa depan yang cerah. Pada malam Festival Kue Bulan, banyak anak-anak maupun orang dewasa membawa lentera berwarna-warni sambil berjalan menikmati keindahan bulan purnama.

Di beberapa daerah, terdapat festival lentera yang menampilkan ribuan lampion dengan berbagai bentuk menarik hingga menciptakan suasana yang meriah sekaligus menjadi daya tarik wisata.

4. Menyembah Bulan

Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, penghormatan kepada bulan dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas keberkahan yang telah diterima. Beberapa keluarga masih menyiapkan meja persembahan yang berisi mooncake, buah-buahan, teh, dan bunga sebagai bagian dari tradisi budaya.

Bagi sebagian masyarakat modern, tradisi ini lebih dimaknai sebagai penghormatan terhadap warisan budaya leluhur daripada praktik keagamaan.

Destinasi Menarik untuk Merayakan Festival Kue Bulan

Jika ingin merasakan suasana Festival Kue Bulan yang meriah, berikut beberapa destinasi yang bisa kamu kunjungi:

Singkawang, Kalimantan Barat

Singkawang dikenal sebagai salah satu kota dengan budaya Tionghoa yang sangat kuat di Indonesia. Saat Festival Kue Bulan, berbagai pusat kuliner, kawasan pecinan, dan tempat ibadah dihiasi lampion yang indah sehingga menciptakan suasana yang semarak.

Selain menikmati mooncake, kamu juga dapat menyaksikan berbagai pertunjukan seni budaya, bazar kuliner, hingga atraksi tradisional yang menjadi bagian dari perayaan masyarakat setempat.

Pontianak, Kalimantan Barat

Pontianak juga menjadi salah satu destinasi favorit untuk menikmati Festival Kue Bulan. Berbagai toko kue, restoran, dan pusat perbelanjaan menawarkan mooncake dengan beragam rasa dan kemasan menarik.

Beberapa komunitas Tionghoa di Pontianak juga menyelenggarakan acara budaya, pertunjukan lampion, dan kegiatan keluarga yang dapat dinikmati oleh masyarakat umum.

Old Shanghai, Jakarta Timur

Old Shanghai yang berada di kawasan Jakarta Timur menghadirkan nuansa pecinan modern dengan arsitektur bergaya Tiongkok klasik. Saat Festival Kue Bulan, kawasan ini biasanya dihiasi dekorasi lampion yang cantik serta menghadirkan berbagai pilihan mooncake dan kuliner khas Tionghoa.

Jika kamu ingin menikmati momen ini dengan suasana yang nyaman, jaringan hotel MySantika siap menyediakan akomodasi terbaik untuk menemani kamu dan keluarga merayakan Festival Kue Bulan. Dengan lokasi hotel yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, MySantika memudahkan kamu merencanakan perjalanan sekaligus menikmati pengalaman menginap yang berkualitas, baik untuk staycation maupun liburan bersama orang-orang terdekat.

Berencana merayakan Festival Kue Bulan? Lengkapi momen spesial tersebut dengan menginap di jaringan hotel MySantika. Nikmati kenyamanan kamar, pelayanan yang hangat, serta lokasi strategis yang memudahkan akses ke berbagai destinasi dan pusat perayaan di kota tujuanmu.

Yuk, segera pesan kamar melalui situs resmi atau unduh aplikasi MySantika untuk melakukan reservasi dengan lebih praktis. Sebagai member MySantika, kamu juga berkesempatan menikmati berbagai promo dan penawaran eksklusif yang membuat pengalaman menginap semakin hemat dan menyenangkan. Rencanakan perjalananmu dari sekarang agar bisa mendapatkan kamar sesuai tanggal yang diinginkan.

Share this article